28 Mei 2012

Internet Murah Dengan Simpati

Pada tanggal 3 April 2012 (hari Kamis), aku pulang ke rumah. Seperti anak pondok pada umumnya, aku pulang gara-gara ada masalah finansial.

Sesampainya di rumah, aku disambut hangat oleh keluargaku, seperti biasanya. Dan seperti biasanya, kebiasaanku saat berada di rumah adalah berinternet menggunakan handphone.

Dengan ditemani kartu SimPati, internet tentu dapat membumi hanguskan pulsa secara cepat. Nah, biar bisa berinternet lama-lama tanpa banyak menguras pulsa, aku punya ide. Yaitu dengan berlangganan paket.

Saat itu, aku menggunakan paket harian 1MB yang harganya Rp. 1000. Toh, berinternet dengan handphone-ku tidak memakan traffic yang banyak. Dan juga, aku hanya pulang 1 hari.

Cara mendaftarnya cukup mudah. Cukup menghubungi *363#, lalu pilih Hot Offer, setelah itu pilih pilihan nomor 1, pada menu selanjutnya, pilih lagi pilihan nomor 1. Setelah itu operator akan memproses permintaan tadi.

Meskipun internet dari SimPati murah dan cepet (khususnya dipaketkan, dan menggunakan Opera Mini), tapi aku agak kecewa pas internetan tengah malam. Pasalnya, malam itu aku paketkan, tapi kok pulsaku tetep kepotong? Ternyata eh ternyata, aktifnya paket itu Cuma sampe jam 00.00. Jadi sehabis waktu itu internetan pake pulsa normal lagi. Solusinya? Daftar lagi donk!

27 Mei 2012

Akibat Menaruh Barang Sembarangan

M. Arief Maulana W. - Satu lagi
kata bijak darinya.
Pernah kepikiran gak, kalo’ kita menaruh benda sembarangan, tidak pada tempatnya semula, dapat merugikan kita sendiri? Emang sih, kalo’ lagi males-malesnya, mungkin kita tinggal lempar aja barang yang abis dipake. Setelah itu, mungkin kebingungan sendiri nyari kesana kemari.

Waktu mbuangnya sih, enteng. Gak sampe lima detik, barang sudah hilang dari pandangan mata. Bener-bener hilang, nyarinya aja susah.

Hal seperti itu cukup sering aku alamin, apalagi pas bad mood. Pake bolpoin, sehabis pake aku tinggalin aja. Habis ngebaca buku, juga aku taruh di sembarang tempat. Gara-gara bolpen ditinggal, aku pas mau sekolah kebingungan nyari pinjeman bolpoin. Gara-gara buku ditelantarin, jadi bingung nyari nya, apalagi kalo’ bukan bukuku ndiri.
Jadi teringat kata-kata dari M. Arief Maulana W. tentang hal kayak gini:

“Jika Anda menghabiskan 10 menit setiap hari hanya untuk mencari barang-barang yang lupa dimana menaruhnya, maka Anda membuang lebih dari 60 jam setiap tahun. Mulai sekarang, rapikan barang-barang Anda di tempat yang mudah terjangkau.”

Okelah kalo’ begitu. Mulai sekarang, sifat yang suka menelantarakan barang harus di ilangin. Kalo’ berubahnya gak mulai sekarang, kapan lagi?

26 Mei 2012

Ilmuku Bermanfaat Gak Ya

Merenung - Memikirkan
nasib masa depan.
Tiba-tiba teringat kata-kata guruku, tentang ilmu yang barokah. Guruku ini bercerita, “Dulu saya pinter. Bisa ngotak-ngatik alat ini, bisa ngotak-ngatik alat itu. Tapi entah kenapa, saya sekarang merasa, ilmu saya tidak barokah.”

Waduh!?

Aku jadi sedikit memikirkan masa depan. “Besok ilmuku bermanfaat, gak ya?”, aku tiba-tiba punya pikiran seperti itu.

Secara, gitu loh! Setelah mendengar cerita guruku itu, aku teringat diriku sendiri. Sejak aku MTs, aku sudah tertarik pada dunia komputer. Oleh teman-temanku, aku pun dikira “alim” dalam bidang komputer (alim artinya berilmu).

Benar saja. Aku juga suka otak-atik komputer. Bahkan, pernah bikin power supply meledak. Dan sampai bisa merakit dan meng-install komputer sendiri. Syukur deh.

Tapi setelah mengingat cerita guruku tadi, aku jadi agak gimana, gitu. Khawatir ilmu yang aku punya ini nggak bermanfaat dimasa depan.

Huft!

Moga-moga aja ilmu yang aku bisa dan pelajajari dapat bermanfaat. Amin!

25 Mei 2012

Modifikasi Title Bar Internet Explorer

Meskipun Internet Explorer kini sudah jarang digunakan, tapi tetap aja ada yang menarik dari browser buatan Microsoft ini. Salah satunya dapat diutak-atik sesuai keinginan (bagi yang tahu caranya).

Berikut contoh sebelum modifikasi:

Title Bar IE - Sebelum dimodifikasi.


24 Mei 2012

Gak Mau Kalah Prestasi

Bapak Sartono - Pencipta hymne guru,
ternnyata berasal dari Madiun.
Pagi-pagi tanggal 4 April 2012, tiba-tiba aku pengen melihat berita. Kebetulan, channel yang aku pilih saat itu JTV.

Saat itu, berita yang disiarkan adalah liputan singkat kehidupan pengarang Hymne Guru. Lagu yang sekarang diberi judul “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” itu ternyata dikarang oleh orang Madiun! Wow! Aku gak menyangka sebelumnya.

Pun begitu, bapak Sartono, pengarang Hymne Guru, kini menjalani kehidupannya dengan sangat sederhana. Meskipun masih bisa memainkan lagu ciptaanya itu menggunakan keyboard, tetapi beliau sudah tidak bisa menyanyikannya karena sudah pikun. Terkadang, istrinya menghibur dengan menyanyikan lagu ciptaannya itu.

Ketika tahu ada orang Madiun berprestasi seperti itu, aku menjadi sedikit bersemangat. Jika orang Madiun bisa, masak aku gak bisa berprestasi juga? Aku pengen orang Magetan ada yang berprestasi seperti itu.